Skip to main content

welcome to Hong Kong!

 


Hong Kong is a vibrant metropolis where modern skyscrapers meet rich cultural traditions.

Known for its stunning skyline, bustling streets, world-class shopping, and diverse food scene, the city is a melting pot of East meets West. Whether it's the neon lights of Mong Kok, the tranquility of Victoria Harbour, or the energy of its markets, Hong Kong offers an exciting fusion of old and new.

Hong Kong it’s a place where reality feels cinematic.

Hong Kong, sebuah destinasi yang benar benar baru untuk saya setelah 10 tahun lalu saya pertama kali menginjak Singapura. kehidupan dan pasang surutnya yang harus saya lalui membuat saya memulai lagi perjalanan saya baru di tahun 2023. di tahun itu, saya 3x ke luar negeri dengan destinasi yang situ situ aja : singapura di februari, singapura & kuala lumpur di bulan mei dan (kembali) singapura & kuala lumpur di bulan november bertiga dengan Annisa, anak kantor cewek satu satunya di kantor kami yang literally disayangi semua orang.


di januari 2024, saya mengunjungi singapura & george town, penang. sebuah kota baru untuk saya dan faizah tapi bukan sebuah negara baru. exited, tapi masih sangat familiar. dan setelah kembali mengunjungi singapura di januari 2025, saya, faizah & annisa berangkat ke Hong Kong di bulan april 2025.

Hong Kong bagi saya sangat sangat personal dan juga intentional. banyak hal hal yang saya temukan di dalam diri saya ketika saya berada di Hong Kong. banyak perenungan dan reflection yang kalau saya engga’ ke Hong Kong, saya ngga’ akan pernah temui itu. dan tentu saja, banyak pelajaran dan keberhasilan yang membuat keberanian rasanya seperti tervalidasi.


Hong Kong, bukan tentang foto aesthetic atau pakai outfit outfit lucu, Hong Kong adalah tentang menyibak yang tadinya misty menjadi pasti. jika singapura menjadikan saya manusia yang memiliki framework yang sangat jelas tentang bagaimana menjadi manusia yang tangguh, profesional, punya martabat & harga diri dalam pekerjaan, maka Hong Kong mengisi celah kehidupan dengan rasa yang lebih halus ; Hong Kong membuat saya bertemu kembali dengan diri saya yang paling asli, bahwa hal yang paling berharga adalah privacy dan pour vivre heureux, il faut vivre cache; hidup bahagia, hidup tersembunyi.


welcome to Hong Kong,

this is me that already be my authentic version of myself. 

Comments

Popular posts from this blog

Stepping Away, As One Might from a Crowded Room

Not everything beautiful needs an audience,  a gentle goodbye to step back from social media slowly.  — lately, I’ve been asking myself why the curated noise of social media feels emptier than ever. Raised between legacy and the pursuit of aesthetics, I’ve always gravitated toward beauty that feels  earned  — an old sensibility, if you will. I love a well-composed photograph, a city explored on foot, and stories gathered in solitude rather than on a timeline feed. As an introvert, the endless scroll has started to blur what’s real and what’s performative. So, this is me — stepping back, stepping inward, and reclaiming the art of living offline.  basically, i'm just an ordinary girl and intovert writer, who loves photography so much, and work on family business  as a civil engineer & creative director day-by-day. enjoying a quite coffee shop while i reading a book, or enjoying a decent travel vacation whatever time permit. i'm not an entertainer, ultimat...

The Sunnah Pre-Fajr Prayer & Pre-’Asr Prayer

And al-Bukhari & narrated from Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said: "Angels come to you in succession by night and by day, and they meet at Fajr prayer and at 'Asr prayer, then those who stayed among you ascend, and He (Allah) asks them, although He knows best, 'How did you leave My slaves?' They say: ‘We left them when they were praying and we came to them when they were praying.”

Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown, Kuala Lumpur

hari itu Kuala Lumpur lagi ngga' panas-panas banget dan cuaca siang itu juga sedang tidak labil. saya sudah antisipasi sih sama Faizah kalo cuaca Kuala Lumpur yang emang terkenal labil itu bikin kita pusing, kita ke mall aja.  ngga' usah ke taman, ngga' usah ke CT (Chinatown) dan ngga' usah ngide foto foto outdoor. cukup ke Eslite, atau ke BookXcess, dan kemudian duduk sampe bego di coffee shop sambil baca buku. tapi Alhamdulillah hari itu cuaca cukup bagus. jadi, dari stasiun MRT Pasar Seni, kami cukup berjalan kaki menuju Niko Neko yang terletak di Jl. Tun H S Lee No. 181.  Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown terletak di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, dengan panjang antrian yang tidak sampai bikin kami memutuskan untuk undur diri. (keputusan undur diri karena liat antrian ini biasa terjadi di MUJI Vivo City Singapura, btw )  kami harus menunggu sampai ada tempat kosong di dalam, kemudian kami akan dipersilahkan masuk. Alhamdulillah kami tidak perlu menunggu ...