ada sesuatu yang selalu terasa emosional tentang bandara. mungkin karena bandara sebenarnya bukan cuma tentang pergi, tetapi tentang tempat di mana kita semua berubah menjadi versi diri yang sedikit berbeda. dan yang paling menonjol, di bandara manusia tidak punya ruang untuk pura-pura. di dalam hidup saya yang kadang seru dan kadang complex ini, saya punya satu mimpi sederhana : salat dhuha di terminal internasional bandara Juanda sebelum flight ke Singapura. dan mimpi itu terwujud di salah satu mushola sebelum boarding gate , di satu hari di tahun 2023. pagi itu, saya berangkat ke Bandara Juanda dari Darmo tidak terlalu early. yang penting ngga' kena jam macet di deket Aloha, yang penting cukup waktu untuk mengantarkan saya kepada line imigrasi yang tidak terlalu antri. imigrasi selalu menjadi variabel acuan untuk saya, sehingga saya hampir selalu datang ke bandara secepat yang saya bisa. karena durasi berapa di line itu sampai lolos itu jujur hanya...
travel story & photography journal from Fatimah Marifah