Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

a simple dreams

  ada sesuatu yang selalu terasa emosional tentang bandara. mungkin karena bandara sebenarnya bukan cuma tentang pergi, tetapi tentang tempat di mana kita semua berubah menjadi versi diri yang sedikit berbeda. dan yang paling menonjol, di bandara manusia tidak punya ruang untuk pura-pura.  di dalam hidup saya yang kadang seru dan kadang complex ini, saya punya satu mimpi sederhana : salat dhuha di terminal internasional bandara Juanda sebelum flight ke Singapura. dan mimpi itu terwujud di salah satu mushola sebelum boarding gate , di satu hari di tahun 2023.  pagi itu, saya berangkat ke Bandara Juanda dari Darmo tidak terlalu early.  yang penting ngga' kena jam macet di deket Aloha, yang penting   cukup waktu untuk mengantarkan saya kepada line imigrasi yang tidak terlalu antri. imigrasi selalu menjadi variabel acuan untuk saya, sehingga saya hampir selalu datang ke bandara secepat yang saya bisa. karena durasi berapa di line itu sampai lolos itu jujur hanya...

What’s Inside My Tote Bag?

jujur yah kuliah civil engineering  tuh membuat saya jadi punya prinsip aneh : ngga' mau ke kampus pake backpack , ngga' mau ke airport pake backpack juga!  sebuah cikal bakal kenapa tote bag bisa masuk ke dalam DNA saya. yah awalnya karena kuliah civil engineering  itu memang kelasnya, tugasnya & praktikumnya sungguh amatlah bejibun banyaknya. udah gitu, jadwalnya udah kayak arus mudik ; padat merayap. ditambah lagi, dari tahun 2013 saya udah mulai kerja dikit dikit (dan terima gaji dikit dikit juga) dari perusahaan keluarga yang bergerak di consulting field. selain   buat nambah nambah uang jajan saya waktu kuliah dulu, kata abah saya biar sharpen skills saya juga untuk mengarungi industri yang terkenal sangat sangat kurang tidur itu. apalagi beberapa tahun setelah saya selesai kuliah, saya hands on  jadi director di consulting company tersebut. jadilah saya tuh ke mana mana seperti terbiasa membawa segalanya.  The vibe is  organized, profe...

Georgetown, Pulau Pinang

setelah Singapura, kota yang saya suka banget nomor 2 adalah Georgetown. kemudian ada Kuala Lumpur, Hong Kong & Osaka. saya tidak terlalu suka Tokyo. tetapi untuk Sapporo, saya suka. yah siapa sih, yang ngga' suka Hokaiddo? :)   Georgetown , ibukota Negeri Pulau Pinang ini begitu apa adanya, tetapi ngga' pernah terasa biasa-biasa saja. Georgetown tidak berusaha menjadi Singapura, tapi gimana yah, Georgetown tuh  effortlessly beautiful  gitu lho. it's like, apa yang mereka bisa bangun, ya dibangun. apa yang mereka bisa preserve , ya di- preserve . apa yang sudah bagus, ya dijaga sama sama.  jadilah Georgetown ini makanannya mantep, kotanya cakep, ke mana mana deket.  Georgetown nih yah kalo ibaratnya cowok, dia tuh semacam cowok ganteng, well-groomed ,  expert & professional  di pekerjaannya, well-spoken di lebih dari satu bahasa, speak perfect english,  punya  strong leadership aura, dan kalo   dia lagi fokus, bener bener da...

Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown, Kuala Lumpur

hari itu Kuala Lumpur lagi ngga' panas-panas banget dan cuaca siang itu juga sedang tidak labil. saya sudah antisipasi sih sama Faizah kalo cuaca Kuala Lumpur yang emang terkenal labil itu bikin kita pusing, kita ke mall aja.  ngga' usah ke taman, ngga' usah ke CT (Chinatown) dan ngga' usah ngide foto foto outdoor. cukup ke Eslite, atau ke BookXcess, dan kemudian duduk sampe bego di coffee shop sambil baca buku. tapi Alhamdulillah hari itu cuaca cukup bagus. jadi, dari stasiun MRT Pasar Seni, kami cukup berjalan kaki menuju Niko Neko yang terletak di Jl. Tun H S Lee No. 181.  Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown terletak di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, dengan panjang antrian yang tidak sampai bikin kami memutuskan untuk undur diri. (keputusan undur diri karena liat antrian ini biasa terjadi di MUJI Vivo City Singapura, btw )  kami harus menunggu sampai ada tempat kosong di dalam, kemudian kami akan dipersilahkan masuk. Alhamdulillah kami tidak perlu menunggu ...

cerita cerita kenapa lama tidak menulis cerita

Februari 2023 adalah tahun pertama saya keluar negeri tidak bersama orang tua. sepasang anak kembar ini sudah meyelesaikan sekolahnya, bekerja di perusahaan keluarga, dan setelah perusahaan mulai mencetak profit yang baik dan kami berdua sudah mengumpulkan cukup uang, kami memutuskan untuk memulai perjalanan rutin ke luar negeri berdua. dengan modal  research  berminggu-minggu   dan sedikit pengalaman diajak orang tua berada di beberapa negara, di 2023 itu kami melakukan segalanya berdua. mulai dari mem- booking tiket pesawat, memilih hotel, menyelesaikan pembayaran, mempelajari sistem transportasi, membeli kebutuhan selama di negara tersebut (seperti sim card & transportation card yang bisa dibeli di e-commerce di Indonesia) mempelajari daerah, mencari tau makanan halal, belajar mendalam atas banyak peraturan (peraturan negara, negara tujuan, imigrasi, aviation , Airlines, etc) sampai membuat itinerary yang sangat personal yang menyesuaikan budget, durasi tingg...