Skip to main content

What’s Inside My Tote Bag?


jujur yah kuliah civil engineering tuh membuat saya jadi punya prinsip aneh : ngga' mau ke kampus pake backpack, ngga' mau ke airport pake backpack juga! 

sebuah cikal bakal kenapa tote bag bisa masuk ke dalam DNA saya.

yah awalnya karena kuliah civil engineering itu memang kelasnya, tugasnya & praktikumnya sungguh amatlah bejibun banyaknya. udah gitu, jadwalnya udah kayak arus mudik ; padat merayap. ditambah lagi, dari tahun 2013 saya udah mulai kerja dikit dikit (dan terima gaji dikit dikit juga) dari perusahaan keluarga yang bergerak di consulting field. selain buat nambah nambah uang jajan saya waktu kuliah dulu, kata abah saya biar sharpen skills saya juga untuk mengarungi industri yang terkenal sangat sangat kurang tidur itu. apalagi beberapa tahun setelah saya selesai kuliah, saya hands on jadi director di consulting company tersebut.

jadilah saya tuh ke mana mana seperti terbiasa membawa segalanya. 

The vibe is organized, professional, and always prepared—because consultants often move between offices, projects, and flights. 

yah itu bener.

kemudian impresstion that scream, "I listen more than I talk" itu juga bener. 

dan setiap peak season (sept-dec) di kantor tiap 2-3 hari sekali ingin menangis karena belum tidur itu juga bener. 

dalam season itu kalo ada yang nanya, "are you okay? let me know if you need me ya." dan langsung nangis itu juga bener banget. 
  
nah dalam masa masa itu ke mana mana yaaaa bawa tote bag!

jadi, the trauma tote bag starter pack ini tuh isinya apa aja sih? 

banyak. 

makanya, sampai saat ini setidaknya saya punya 5 biji yang bener bener saya andalkan : 

1. Marc Jacobs The Tote Bag Large Black - buat ke pengajian! 
isinya : mukena, sajadah saya yang kayak karpet itu, tasbih, kitab kuning (tasfir jalalain & minhajul abidin) , pulpen, ipas lipat gede (beli di Chew Jetty Penang) Tumbler (isinya air es) & iPad Pro. jadi, ketika saya ngaji kitab kuning/baca Qur'an, saya pakai iPad. 

2. Trader Joe's Large Tote Bag - tas terbaik untuk outfit COD Musang 
saya selalu pake tas ini untuk ke pasar, belanja groceries, beli jajan di pasar malam atau mau piknik di taman. intinya kegiatan apapun yang saya bisa hanya pake sandal bouncy, baju kaos + hoodie, celana yoga & jilbab yang ngga' perlu rapi rapi amat. 
isinya tas ini engga' banyak : HP sama Dompet doang. 
kalo mau piknik/makan di luar, paling ada tambahan Novel/iPad, tissue basah sama tissue kering. 
kalo mau ke coffee shop paling saya cuma perlu tambahin bawa wired headset dan sketchbook, pulpen juga saya cuma perlu bawa 1 biji.   
 intinya mah kalo pake tas ini saya lagi ngga' bawa beban. udah gitu ajah. 

3. Gentlewoman Logo Strap Shopping Tote Bag Black - tas pulang kantor
isinya sama kayak di atas, cuma bedanya pake ini karena masih pake baju kantor aja, tapi sudah pakai sandal bounchy.

4. Black Real Leather Hobo Tote  - tas favoritesku~ 
ini adalah tas yang saya paling sering pake, tapi bukan the tote bag that carrying trauma yang terkenal itu. bukan. ini tuh tas yang santai tapi kerja. intinya adalah saya kerja, tapi senyum saya masih dari hati. 
isinya apa aja?

- iPad Pro
- Notebook (yes, i'm a handwritten notes person) 
stationary pouch : pulpen 3 biji, correction pen, highlighter 3 warna, lem, jepitan berkas, sticky notes/post it!
- Novel 
- Tumbler 
- Airpods + wired headset (harus 2 banget gatau kenapa!) 
sunglasses (Gentlewoman - Jennie kuku, karena itu lensanya bisa diganti minus)
- kunci mobil 
- HP Samsung 
- iPhone 
Card Holder (2 biji : yang satu punya saya sendiri yang satu kartu kartu kantor)
Passport (yes, karena bisa tiba tiba ke luar negeri)
- portable bidet 
- printed deck/meeting agenda/documents


5. Coated Canvas Tote Bag, medium size - the real tote bag that carrying trauma. 

isinya apa aja selain minyak angin dan tolak angin kuning?

- Macbook Pro/iPad Pro
- cable pouch : magsafe, iPad charger
- Notebook (yes, i'm a handwritten notes person) 
- stationary pouch : pulpen 3 biji, correction pen, highlighter 3 warna, lem, jepitan berkas, sticky notes/post it!
- Tumbler 
- Airpods + wired headset
- sunglasses (Gentlewoman - Jennie kuku, karena itu lensanya bisa diganti minus)
- kunci mobil 
- HP Samsung 
- iPhone 
- Card Holder (2 biji : yang satu punya saya sendiri yang satu kartu kartu kantor)
- Passport (yes, karena bisa tiba tiba ke luar negeri)
- printed deck/meeting agenda/documents
- tissue basah & tissue kering
- jedai/jepitan rambut
- sketchbook
- and the one and only, emotional damage. 

At the end of the day, my tote bag is more than just a bag— it’s a small reflection of how I approach work and life. 
practical, organized, and always ready for whatever the day brings. 
I try to keep only the essentials inside, so I can move through meetings,and unexpected tasks. each of them plays a small role in helping me stay focused, prepared, and productive throughout the day. 

what we carry says a lot about how we work—and sometimes, it's said about the responsibilities that we think people never have time to hear that. 

thank you for reading :)

Comments

Popular posts from this blog

Stepping Away, As One Might from a Crowded Room

Not everything beautiful needs an audience,  a gentle goodbye to step back from social media slowly.  — lately, I’ve been asking myself why the curated noise of social media feels emptier than ever. Raised between legacy and the pursuit of aesthetics, I’ve always gravitated toward beauty that feels  earned  — an old sensibility, if you will. I love a well-composed photograph, a city explored on foot, and stories gathered in solitude rather than on a timeline feed. As an introvert, the endless scroll has started to blur what’s real and what’s performative. So, this is me — stepping back, stepping inward, and reclaiming the art of living offline.  basically, i'm just an ordinary girl and intovert writer, who loves photography so much, and work on family business  as a civil engineer & creative director day-by-day. enjoying a quite coffee shop while i reading a book, or enjoying a decent travel vacation whatever time permit. i'm not an entertainer, ultimat...

Hong Kong ; Halal Food

hanya ada 2 cara untuk mengetahui makanan halal yang ada di Hong Kong dengan pasti :  1. download document yang berupa list halal&vegetarian restaurants yang diterbitkan oleh pemerintah Hong Kong, SAR  2. research sampai muntah Hong Kong memang destinasi yang ramah muslim, tapi bukan berarti segampang itu untuk menemukan makanan halal seperti di Indonesia. bold warning dari orang tua saya ketika saya sedang berada di luar negeri adalah : hati hati dalam makanan (jangan sampai termakan yang syubhat apalagi sampai haram) jangan dekat dekat dengan alkohol, dan jangan masuk ke tempat ibadah orang. karena, kalau sampai termakan yang tidak bersih, maka hal itu berpengaruh langsung kepada ibadah. kalau sampai sembarangan masuk tempat ibadah orang, siap-siap malamnya bisa ngga' bisa tidur. jika dibandingkan dengan Singapura, makanan halal di Singapura tentu lebih banyak pilihan, tapi bukan berarti cari makanan halal di Hong Kong itu sulit. yang penting kita tau dengan pasti lang...

Hong Kong ; Overview & Budget

  secara umum, Hong Kong saya bagi menjadi 4 wilayah :  Hong Kong Island, Kowloon, New Territories & Lantau Island.  selain karena 4 wilayah di Hong Kong ini memiliki fungsi wilayah dan fungsi geografi yang berbeda, karakteristik dan feel di wilayah tersebut juga berbeda, dan ini yang paling penting menurut saya. contohnya seperti New Territories dan Lantau Island . New Territories adalah daerah catchment area yang mana sangat tidak common untuk kita sebagai traveler untuk menginap di sana. unless kita mau naik gunung, tidak terlalu banyak aktivitas sehari-hari yang bisa kita lakukan di wilayah tersebut. begitu juga dengan Lantau Island. basically, Lantau Island adalah pulau di mana HKIA berada. kecuali kita menginap di dalam Disneyland Resort , gagasan menginap di Lantau Island rasanya agak sedikit mengherankan karena Lantau Island ini adalah daerah pelabuhan kontainer. jadi, jika ingin menginap di Hong Kong sebaiknya di mana? tentu jawabannya tergantung, y...