ada sesuatu yang selalu terasa emosional tentang bandara. mungkin karena bandara sebenarnya bukan cuma tentang pergi, tetapi tentang tempat di mana kita semua berubah menjadi versi diri yang sedikit berbeda. dan yang paling menonjol, di bandara manusia tidak punya ruang untuk pura-pura. di dalam hidup saya yang kadang seru dan kadang complex ini, saya punya satu mimpi sederhana : salat dhuha di terminal internasional bandara Juanda sebelum flight ke Singapura. dan mimpi itu terwujud di salah satu mushola sebelum boarding gate , di satu hari di tahun 2023. pagi itu, saya berangkat ke Bandara Juanda dari Darmo tidak terlalu early. yang penting ngga' kena jam macet di deket Aloha, yang penting cukup waktu untuk mengantarkan saya kepada line imigrasi yang tidak terlalu antri. imigrasi selalu menjadi variabel acuan untuk saya, sehingga saya hampir selalu datang ke bandara secepat yang saya bisa. karena durasi berapa di line itu sampai lolos itu jujur hanya...
jujur yah kuliah civil engineering tuh membuat saya jadi punya prinsip aneh : ngga' mau ke kampus pake backpack , ngga' mau ke airport pake backpack juga! sebuah cikal bakal kenapa tote bag bisa masuk ke dalam DNA saya. yah awalnya karena kuliah civil engineering itu memang kelasnya, tugasnya & praktikumnya sungguh amatlah bejibun banyaknya. udah gitu, jadwalnya udah kayak arus mudik ; padat merayap. ditambah lagi, dari tahun 2013 saya udah mulai kerja dikit dikit (dan terima gaji dikit dikit juga) dari perusahaan keluarga yang bergerak di consulting field. selain buat nambah nambah uang jajan saya waktu kuliah dulu, kata abah saya biar sharpen skills saya juga untuk mengarungi industri yang terkenal sangat sangat kurang tidur itu. apalagi beberapa tahun setelah saya selesai kuliah, saya hands on jadi director di consulting company tersebut. jadilah saya tuh ke mana mana seperti terbiasa membawa segalanya. The vibe is organized, profe...