Skip to main content

Library@Orchard


siapa yang pergi ke singapura lalu menjadikan perpustakaan sebagai salah satu tempat favoritnya? adalah saya dan saudara kembar saya Faizah. 

kami datang ke sana pada suatu siang di tahun 2023. bukan karena suasananya, bukan juga karena interior perpustakaan ini yang memang iconic dengan sebuah rak buku meliuk yang memang berada di sudut yang tepat. tetapi, karena di tengah hiruk-pikuk Orchard Road yang selalu sibuk, ada sebuah ruang yang mengizinkan orang-orang untuk melambat. tempat dimana kita tidak diminta untuk terburu-buru, tempat yang mengizinkan kita untuk tidak menjadi siapa-siapa. 


mungkin memang ada tempat-tempat tertentu yang tidak mengubah hidup kita secara dramatis, dan mungkin perpustakaan di jantung Orchard Road ini adalah salah satunya. rak-rak buku yang tertata rapi, cahaya yang masuk dari jendela, dan orang-orang yang tenggelam dalam bacaan mereka masing-masing. dalam diam yang tidak sunyi, pemandangan kota bisa dinikmati tanpa suara, tanpa tersengat panas khatulistiwa. 

saat itu, ada perasaan tenang yang saya rasakan, dan sulit dijelaskan. 

bisa jadi, terkadang perjalanan terbaik tidak selalu terjadi saat kita bergerak. bisa jadi, perjalanan itu tentang diam sendirian, menikmati perasaan, memperhatikan hal-hal kecil, membaca dunia, dan memberi ruang bagi diri sendiri.

karena ternyata, tidak semua hal perlu dikejar.

mungkin karena pada akhirnya, perjalanan bukan selalu tentang seberapa jauh kita melangkah. tetapi, tentang seberapa utuh kita hadir di setiap momen yang kita pilih untuk tinggal.

dan ternyata, rasa ingin tahu tidak selamanya membawa kita ke tempat yang jauh. ia bisa hadir dalam percakapan sederhana, dalam buku yang belum selesai saya baca, atau dalam sore yang berjalan pelan -  pelan. 

Ada sesuatu yang terasa pas dalam cerita tentang kepemimpinan, organisasi, dan bagaimana seseorang bisa memberikan dampak yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Dan Triple Crown Leadership karya Bob Vanourek dan Gregg Vanourek adalah salah satunya. 

Kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang hasil atau pencapaian, tetapi juga tentang membangun orang lain. Tentang menciptakan lingkungan yang membuat setiap orang merasa dihargai, berkembang, dan memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan.

Di tengah keramaian Orchard Road yang tidak pernah benar-benar berhenti, di ruang modern dan hangat ini orang - orang datang dengan cerita mereka masing-masing, tetapi bersama sama mereka saling menghormati. seperti sebuah pengingat sederhana bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi pusat perhatian, melainkan tentang bagaimana kehadiran kita dapat membantu orang lain bertumbuh, berpikir, belajar dan bernafas.


Sebuah buku tidak selalu memberikan jawaban, tetapi sering kali membantu kita mengajukan pertanyaan yang lebih baik. 


Dan siang itu, di antara rak-rak buku dan cahaya yang masuk melalui jendela besar, saya pulang dengan satu pemikiran yang terus tinggal di kepala : bahwa ukuran keberhasilan seseorang mungkin tidak hanya terlihat dari apa yang berhasil ia bangun, tetapi juga dari berapa banyak orang yang ikut bertumbuh bersamanya.


thank you for reading :)

see you next.




Comments

Popular posts from this blog

Stepping Away, As One Might from a Crowded Room

Not everything beautiful needs an audience,  a gentle goodbye to step back from social media slowly.  — lately, I’ve been asking myself why the curated noise of social media feels emptier than ever. Raised between legacy and the pursuit of aesthetics, I’ve always gravitated toward beauty that feels  earned  — an old sensibility, if you will. I love a well-composed photograph, a city explored on foot, and stories gathered in solitude rather than on a timeline feed. As an introvert, the endless scroll has started to blur what’s real and what’s performative. So, this is me — stepping back, stepping inward, and reclaiming the art of living offline.  basically, i'm just an ordinary girl and intovert writer, who loves photography so much, and work on family business  as a civil engineer & creative director day-by-day. enjoying a quite coffee shop while i reading a book, or enjoying a decent travel vacation whatever time permit. i'm not an entertainer, ultimat...

The Sunnah Pre-Fajr Prayer & Pre-’Asr Prayer

And al-Bukhari & narrated from Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said: "Angels come to you in succession by night and by day, and they meet at Fajr prayer and at 'Asr prayer, then those who stayed among you ascend, and He (Allah) asks them, although He knows best, 'How did you leave My slaves?' They say: ‘We left them when they were praying and we came to them when they were praying.”

Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown, Kuala Lumpur

hari itu Kuala Lumpur lagi ngga' panas-panas banget dan cuaca siang itu juga sedang tidak labil. saya sudah antisipasi sih sama Faizah kalo cuaca Kuala Lumpur yang emang terkenal labil itu bikin kita pusing, kita ke mall aja.  ngga' usah ke taman, ngga' usah ke CT (Chinatown) dan ngga' usah ngide foto foto outdoor. cukup ke Eslite, atau ke BookXcess, dan kemudian duduk sampe bego di coffee shop sambil baca buku. tapi Alhamdulillah hari itu cuaca cukup bagus. jadi, dari stasiun MRT Pasar Seni, kami cukup berjalan kaki menuju Niko Neko yang terletak di Jl. Tun H S Lee No. 181.  Niko Neko Matcha 2.0 / Chinatown terletak di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, dengan panjang antrian yang tidak sampai bikin kami memutuskan untuk undur diri. (keputusan undur diri karena liat antrian ini biasa terjadi di MUJI Vivo City Singapura, btw )  kami harus menunggu sampai ada tempat kosong di dalam, kemudian kami akan dipersilahkan masuk. Alhamdulillah kami tidak perlu menunggu ...